Minggu, 09 Desember 2018

Balasan/Panggilan/Pesan

Ada yang aneh dalam komunikasi kita, dan aku yakin kita sama-sama merasakannya
Seringkali chatmu adalah sesuatu yang ditunggu, mungkin ini juga berlaku padamu
Maaf bila pembahasannya dibatasi,
Memang itu sengaja kubatasi, walau kadang terlepas dan mengarah pada hal-hal yang sebenarnya tidak penting, belum pas meskipun responmu adalah sesuatu yang ditunggu
 




Sorry, karena kamu juga pasti mengerti
Kalau sudah kelewatan, ingatkan jangan larutkan
Jangan biarkan kita tenggelam dalam suasana yang indah, tapi ternyata menjadi potensi petaka
Karena jika aku sadar, sementara engkau semakin membuatnya seolah menjadi-jadi
Maka, maaf
Aku akan semakin menjauh bahkan bertingkah berbeda
Mungkin kita (aku atau engkau) akan merasa kehilangan, tapi kehilangan itu lebih aku sukai daripada hanyut.
Maaf jika engkau menyadari kalau aku ini sedikit berbeda dengan yang lain



Lagian,
Belum ada jaminan dan kepastian
Terserah mau bilang apa, belum masanya
Mau disindir dengan kata “memperjuangkan ataupun mengikhlaskan”
Aku akan tetap membatasi
Awak ni agak beda J

Senin, 05 November 2018

4 NIKMAT


Apa yang terfikir ketika kamu mendengar bahwa temanmu sedang memperoleh nikmat yang luar biasa?
Dia punya anak kah? Dapat duit? Menikah? Bekerja? Naik pangkat? Beli mobil? Naik haji lagi? Lulus tes? Dan dapat dapat yang lain?
J
Itu tidak salah, semua yang kita sangkakan itu benar.
Tapi tau ndak, kalau nikmat itu dapat dibagi dalam empat macam?
1. Nikmat Harta
2. Nikmat Kesehatan
3. Nikmat Kehidupan dan,
4. Nikmat Iman
NIKMAT HARTA

Dalam tulisan ini menempati posisi pertama. Tapi tau ndak kalau harta adalah nikmat yang paling tidak ada artinya. Harta benda adalah nikmat paling rendah posisinya. Namun banyak manusia menjadikannya sebagai priortias paling banget.
Padahal, sekali lagi Harta adalah nikmat yang paling rendah posisinya.
Kita masuk level dua ya, mudah-mudahan nanti kita ngerti.
NIKMAT KESEHATAN

Simpel saja,
Si A adalah seorang Manager, parlente dan dikasihi oleh keluarganya. Masalah uang, rumah, istri, anak, jabatan ndak usah ditanya. Makan minum dan tidurnya semua ada yang mendampingi, ada yang membantu. Tapi di usianya yang memasuki 40 tahun, ia terkena sakit jantung, padahal olah raganya rutin, badannya tegap berotot, segar, minuman sehat, makanan terjaga, semuanya aman. Tapi di usianya ke 40, ia sakit.
Setelah mencoba berobat berkali-kali di Kotanya, Ia pun mulai menyerah karena penyakitnya sering kambuh dan semakin sakit. Akhirnya ia dimintai untuk berobat ke Rumah Sakit terbaik di pusat.
“Dokter: Penyakit anda ini harus ditindaklanjuti dengan operasi Pak”
“A: Oh iya, silahkan dokter, lakukan yang terbaik”
“Dokter: Tapi biayanya sangat mahal pak, harus yang ahli dan menggunakan teknologi canggih”
“ A: Berapa dok?”
“Dokter: Sekitar 250 juta”
“A: Wah, itu seharga dengan mobil saya dok, kalau uang saya sudah habis untuk berobat beberapa waktu lalu”
“Dokter: Ya silahkan, kalau mau operasi biar kita operasi, bapak bisa jual mobil atau minjam, kalau nggak mau operasi ya silahkan juga”
Singkatnya, si A memutuskan untuk menjual mobil kesayangannya itu agar dapat dioperasi dan sembuh dari sakitnya. Padahal tidak ada jaminan bahwa operasi itu akan menyembuhkannya. Ternyata harta tidak berharga dibandingkan sehat, meski manusia banyak yang lupa.
NIKMAT HIDUP.
JJJJ

Buat apa kaya, punya mobil, ganteng, punya jabatan dan tanah di mana-mana, tapi gelarnya Almarhum almarhumah?
Gak ada toh...
Dari nikmat 1,2 itu, ternyata nikmat hidup jauh lebih berharga, meski kita hidup pas-pas an, sedikit sakit-sakit, pusing, jerawatan, itam, dekil tapi hidup dan bermanfaat. Kayaknya itu lebih baik dari pada almarhum konglomerat.








NIKMAT IMAN
Nikmat iman, meski posisinya menjadi posisi ke empat. Ketahuilah bahwa ia adalah nikmat paling tinggi derajatnya. Tapi kebanyakan manusia tidak tahu itu.
Ada orang yang rela menghabiskan hartanya, mengorbankan jiwanya dan bersabar dalam sakitnya. Karena adanya keimanan di dalam hatinya.
Baginya iman adalah inti kehidupannya, semua menjadi tidak berharga baginya kalau hidupnya jauh dari rabbnya, jauh dari hal-hal yang diridhai Tuhannya.
Baginya, harga dirinya adalah imannya.
Sehingga karena keimanan, harta, raga dan jiwanya bukanlah apa-apa.

Kamis, 25 Oktober 2018

CELAH

Rasa
Lama sudah, harusnya tidak seperti ini, tidak saat ini.
Entah apa yang terjadi,
Akhir-akhir ini dadaku sering sesak, gagal fokus, kefikiran.
Doa?
Benarkah karena doamu?
Atau bukan?

Rasanya ada celah yang terbuka, tapi tidak tau pasti.
Semoga hanya sementara, ujian semata

Sabtu, 20 Oktober 2018

Kamu Gadih Minang, The Most Beautiful Gadih in Minangkabau


Sebenarnya awak mau buatnya gini
Dikala kita jauah dari surau, sikola dan pasar, tapi yang diateh tu ajolah judul nyo yo.
Lain kali dilanjutkan.

1. Sabalumnyo awak minta maaf dulu, karano ambo bukan penyair dll.
2. Koreksi kalau salah, mudah-mudahan bisa dibaco dan dimengerti oleh dunsanak sadonyo.
3. Iko hanyo fikiran ambo sajo, tapi mengganjal makonyo mbo tulihan
Awak buek agak balogat-logat minang stek, biar labiah taraso.
Minangkabau.
Ambo memang bukan urang minang, cuma sedikit tertarik dengan minang.
Mungkin dek lahir, sekolah, gadang di sekitaran daerah minang serta pernah juga belajar muatan lokal Budaya Alam Minangkabau.
Jadi agak tertarik.

Tertarik baa koh?

Salah satu yang acok ambo ingek2 dari minang tu PEPATAH-PEPATAH e.
ADAT BASANDI SYARA’, SYARA’ BASANDI KITABULLAH.
Pasti dunsanak, apo lagi urang minang sudah pernah mandanga kata-kata iko.
Sia yang aqil baligh tapi alun pernah mandanga istilah tu, hati-hati disabuik yang aneh-aneh yo. J
Oke, langsung saja.
Mungkin, kebanyakan orang kalau mandanga kata minang, yang takana dek inyo tu adalah:
a. Nikah dilamar samo wanita/padusi e
b. Harato miliki wanita
c. Randang
d. Rumah gadang
e. Nasi padang, rumah gadang, sanjai balado dst.
Mmm, sebenarnya ndak salah sih.
Tapi mungkin ada hal-hal yang perlu diluruskan, terutama oleh orang minang itu sendiri.
Tidak harus semua orang minang kok, beberapa saja sudah Alhamdulillah sekali.
Asalkan ada yang mempertahankan.
Seperti usahanya Mak Katik dan rekan-rekannya.
Kalau saya, rasanya ndak berkapasitas menjelaskannya agar tidak salah faham dengan Budaya Minangkabau.
Jadi pesan pertamanya: URANG MINANG HARUS TAU BUDAYANYA, NILAINYA, BUKAN HANYA BAHASA DAN TARIANNYA.
Lanjut,
Ambo tertarik dengan minang,
Bukan perihal gadihnyo yang rancak-rancak,
Kalau perkara rancak, memang awak akui lah. Lai ado. hehe
Ambo tertarik karano kemampuannyo bisa bertahan sampai kini dengan nilai-nilai budayanyo.
Meskipun sudah mulai luntur (mungkin).
ADAT BASANDI SYARA’, SYARA’ BASANDI KITABULLAH.
Menurut ambo, kenapa sampai hari ini daerah minang tu sudah diintervensi oleh makhluk asing, karano mereka menjunjung tinggi nilai, moral dan budayanyo. Bukan tergiur pitih, harato, jabatan, padusi, iming-iming dan sebagainyo.
Tapi, mereka masih menyadari kalau mereka urang minangkabau, punya TIGO TUNGKU SAJARANGAN (Ninik Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai) dan Bundo Kanduang yang menjadi pemeran utamanya.
Tapi kini rasonyo lah banyak yang minus, ambo yakin banyak kawan-kawan awak yang merasakan juga.
1. Keempat tokoh penting itu kok hanya seperti lambang saja ya.
2. Peran mereka sudah menipis, baik karena masyarakat tidak peduli, juga mereka sendiri yang mungkin merasa bosan “AH, SUDAHLAH, PERCUMA ME TU NYOH! PAJA KINI SUSAH DIATUR”. Setauku mereka tidak hanya sebatas didengar dalam PERNIKAHAN, terlalu kerdil rasanya minang itu kalau menganggap TOKOH-TOKOH itu hanya penting saat pesta pernikahan. Minangkabau jauh lebih dari itu.
3. Mungkin Kita yang sudah merasa tidak penting dengan mereka, mungkin dek lah SANTIANG, BAPITIH, BAGELAR, lah kareh iduiknyo di parantauan, lebih tau, lebih berilmu, alah tampil dan menjuarai tari piriang, lah jadi uda uni, menganggap berbudaya itu kolot minta ampun, atau apalah.
MINANGKABAU,
ADAT BASANDI SYARA’, SYARA’ BASANDI KITABULLAH
Sabana e, raso-raso ba aie bola mato ko a, kok dilanjutkan.
Tapi dek mengganjal, ambo lanjuik an se lah.
MINANGKABAU,
ADAT BASANDI SYARA’, SYARA’ BASANDI KITABULLAH
Kini lah mulai luntur,
Urang minang harusnya mengerti budayanya, nilai-nilainya, moralnya dan menjunjung tinggi itu semua. Karena itu yang membuatnya menjadi Orang Minang.
Bukan karena ia pandai menari, pandai memasak, kaya di perantauan, dan apapun yang sifatnya materi.
Tapi karena ia berbudaya, budaya alam minangkabau.
MINANGKABAU,
ADAT BASANDI SYARA’, SYARA’ BASANDI KITABULLAH
Ambo batasi lah (masih banyak sana e), panjang na beko.
Hal yang mambuek awak terkesan dan miris tu adalah GADIH MINANGNYO
Untuk kali ko, awak bahas soal pakaiannyo, beko kawan-kawan bisa lanjuik an bapikia tentang ucapannyo, baru akhlaknyo, siap tu pitihnyo, siap tu antaro di rumah gadang atau di jalan gadang. Kalau nio manambah, buliah. Yang penting lah pernah di pikirkan.
Ya, okelah
Awak dulu hiduik masih kolot mungkin, jadi gadih2nyo, padusi2nyo masih pakai baju Teluk Belanga, pokoknya ta tutuik lah, pake rebana, baa yo. Pokoknyo gitulah!
Beda samo kini, (ambo kurang tau kalau gadih2 yang stay di Sumbar), apakah mereka berbeda dengan di perantauan. Soalnyo ambo merantau.
MINANGKABAU,
ADAT BASANDI SYARA’, SYARA’ BASANDI KITABULLAH
Menurut ambo sih, kalau memang inyo tu urang minang, ya harus menjunjung tinggi nilai-nilainya dong.
Dan minang itu berlandaskan dengan syari’at bukan? Syari’at itu berlandaskan kitabullah kan?
Atau itu hanya pepatah ya?
Wah, mohon maaf sekali kalau hanya sekedar pepatah, tulisan ini berarti nggak ada arti.
Jadi apa yang terjadi dengan saat ini?
Caliak lah pake mato,
Ambo kadang masih menerima kalau yang pakai-pakai celana ketat tu bukan urang minang. Tapi ambo SUSAH MENERIMA kalau yang membuka, pamer dan menjajakan aurat tu gadih minang!!!
Apo lagi kalau inyo pakai bahasa minang, karambia!.
MINANGKABAU,
ADAT BASANDI SYARA’, SYARA’ BASANDI KITABULLAH
Urang minang tu berarti harus berlandaskan kitabullah, kalau memang inyo urang minang.
Kalau ndak, ya sudahlah.
Selanjutnya,
Kenapa ambo bahas ceweknyo?
Kan banyak laki-laki minang yang buka-buka aurat, bagaya preman, sok paten, ndak sumbayang, anggap enteng samo agama, mode inyo penguasa duya ko mah?
Ha iyo, betul itu. Banyak!
Kenapa ambo bahasnyo tentang padusi?
Iko jawaban singkatnyo uni-uni.
“MENDIDIK LAKI-LAKI, BISA JADI MENDIDIK DIRINYA SENDIRI, TAPI MENDIDIK PADUSI BISA JADI KITA MENDIDIK GENERASI. MAKA MENGHANCURKAN PADUSI, BISA JADI MENGHANCURKAN GENERASI”
link gambar

Rusaknya wanita saat ini, adalah kerusakan jangka panjang generasi selanjutnya.
Kiro-kiro gitulah.
Jadi tolonglah kito pikie kan agak kareh stek.
Minangkabau tu harus dijaga lo, dikembangkan, disebarkan, beregenerasi.
Minangkabau tu bukan hanyo tari piriang, rumah gadang, rangkiang, randai, tabuik, bukik tinggi, padang, sanjai, jam gadang, gunung talang, kelok sambilan.
Minangkabau tu luas, laweh, dan ambo ndak bisa manjelaskannyo.
Salah satu kuncinyo tu ado samo urang-urang dibawah ko:
1. Ninik mamak
2. Alim ulama
3. Cadiak pandai, dan
GADIH MINANG ( para calon bundo kanduang, limpapeh rumah gadang, bukan jalan gadang).
Mudah-mudahan bisa dimengerti dan menjadi informasi, khususnyo bagi urang minang, organisasi atau paguyuban urang minang, atau kawan-kawan ambo yang bangga dengan minangnyo, dan specially for you. The most beautiful gadih in Minangkabau.
Hilangnya kalian adalah awal hilangnya budaya minang.
Wallahu a’lam
Mudah-mudahan kita selalu berpegang teguh dengan kitabullah.
Salamaik Pagi Minangkabau.........................................................

Rabu, 17 Oktober 2018

Ali & Fathimah Azzahra


Siapa sih yang nggak tau kisah pertemuan Ali dan Fathimah Azzahra?
Kisah ini bisa jadi obat, penawar
Bahkan kadang mampu meneguhkan untuk kita yang masih bertahan dan menahan diri.
Berkhayal, kisahku nanti gini nggak ya? Eh, atau gimana ya?
dst.dst.dst.....
J
Awal awal membaca kisah ini, cie-cie sering kulontarkan sambil senyum-senyum sendiri.
Pokoknya,
Kita sama-sama sabar ya.

Walaupun sakit.
Nanti kalau udah waktunya, kita bahkan udah lupa rasa sakit.