Tampilkan postingan dengan label Seputar Jodoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Jodoh. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 November 2019

Luruskan Lagi, Ingatkan Lagi, Agar Kita Saling Menguatkan

Aku pernah membaca sebuah buku tulisan jamil azzaini.
Buku ini menjadi salah satu buku yang sangat menginspirasi bagiku.
Buku ini sebenarnya pernah kutawarkan untuk dibaca, namun mungkin karena ada buku lain yang sudah direncanakan harus segera tamat, maka ada sedikit kendala.
Oh iya, buku ini juga sudah pernah kusampaikan pada acara Daurah sekitar tanggal 2-3 November 2019 lalu. 
Aku tidak tahu pasti apakah materi yang kusampaikan itu mengena atau tidak, yang penting aku memang ingin sangat dan sangat, agar inspirasi buku ini bisa dirasakan oleh orang lain, selain aku.
Ya, lebih tepatnya selain aku itu ya kamu, dan yang lainnya.



************************************************

Hal yang paling kuingat tentang buku ini adalah bagaimana penulis mengajarkan kita membuat sebuah tujuan itu menjadi berarti. Kalau membuat tujuan itu, pastikan engkau bisa menjawab tiga pertanyaan dasarnya. Ini saya tuliskan dibawah ini pertanyaan tersebut:
1. Apa manfaatnya bagi kamu bila kamu mendapat tujuan itu atau menjadi yang kamu tuju? tuliskan.
2. Siapa lagi penerima manfaatnya selain kamu, jika tujuan/cita-cita itu tercapai olehmu? tuliskan... semakin banyak penerima manfaat, maka tujuanmu itu besarr.
3. Bisa tidak tujuan/cita-cita itu dibanggakan dihadapan Allah/membawa kita ke surga? jawab dan tuliskan....


************************************************

Pertanyaannya singkat, namun bagiku itu sangat mengena dan membuatku sedikit merubah keinginan agar dapat menjawab tiga pertanyaan itu.


************************************************

oke, agak oot.
Aku teringat dengan keinginan untuk menjadi A, dengan alasan ini dan itu.
Sebenarnya aku ingin menjelaskan ketiga pertanyaan itu padamu juga pada beberapa orang yang kurasa perlu untuk dijelaskan, namun entah kenapa aku urung.
Nanti saja, toh dia tau juga kayaknya harus lurus karena Allah dulu yang paling utama, dakwah yang paling utama, keridhaan allah yang paling kita cari 😊😊😊.
Baru kemudian hal-hal lain soal kebebasan, keleluasaan, kelapangan, kemudahan dan sebagainya yang sifatnya yaa duniawi.
Bukan berarti tidak ada visi duniawi,
Buku itu justru mengajarkan kita juga menyusun tujuan duniawinya, namun tujuan itu harus dapat menjadi sumber kebaikan bagi kita dan orang lain.


************************************************
Dibawah ini, aku juga mencoba untuk pastekan coretanku saat membaca buku itu, bukan resensi atau ringkasan, hanya beberapa hal yang kucatat kembali, sehingga ketika aku melihatnya, aku ingat kembali apa maksudnya.
Ini buat kamu, juga buat yang lain.
Para aktivis dakwah.
Kita tetaplah da'i, sebelum menjadi apa-apa.......
💗





************************************************
ON….
Dalam hidup ada masalah dan kita selalu ingin bisa menyelesaikan masalah, baik keuangan, jodoh, pekerjaan dan keluarga. Jika kita menekan tombol ON, maka in syaa allah kita sudah menyelesaikan segudang masalah. Pertanyaannya.. Bagaimana menekan tombolnya?
Setiap hari ada perubahan, siap tidak siap, mau tidak mau. Perubahan akan selalu dihadapi, dan kita harus ON terus dan tentunya Move On kea rah yang lebih baik, tanpa melupakan idealisme.
 ***************************************
Hari ini saya mencoba menyampaikan secara singkat tentang buku ini. ON karangan Trainer keren Jamil Azzaini. Mungkin teman-teman bisa memperhatikan bagus-bagus wajah yang di layar, siapa tau ada yang kenal, tetanggaan atau mungkin malah oomnya.
Okey teman-teman
Kita harus bergerak, berubah, beradaptasi dengan tetap menjaga idealisme yang kita miliki.
Jika harus menggonggong, kita bisa tanpa harus menjadi anjing. Berkicau tanpa harus menjadi burung, mengaum tanpa harus menjadi singa. Kita tetaplah manusia, dai yang menyeru kepada kebaikan dan mengharapkan keridhaan allah sepanjang hidup, meskipun telah keluar dari dunia kampus. In syaa allah
 ***************************************
Okey,
Pertama, penulis membuat kata kunci Move On.
Apa itu move on? Move on itu artinya berpindah, bergerak. Tentunya kita sebagai seorang muslim bergeraknya ke arah yang lebih baik, lebih tinggi, berkelas, bermartabat. Ingat ya: ke arah yang lebih baik, lebih tinggi, berkelas, bermartabat. Intinya selalu berusaha menjadi lebih baik.
Kalau kita saat ini sedang galau yang sangat luar biasa, mungkin karena hutang menumpuk, keuangan terpuruk, keluarga sedang remuk, setiap hari cekcok dengan saudara, malas-malasan beraktivitas, bingung mau ngapain, bisnis masih stagnan, target tak tercapai. Itu tandanya kita harus segera move on.
 ***************************************
Haha, saya nggak ngalamin tuh yang kayak tadi, buktinya hidup saya enak-enak saja, enjoy, selow kayak di pulo, santai kayak dipantai. Ngapain move on.
Noo, dunia akan selalu berubah, tubuh selalu berubah meski kita kita sadar dan anda tahu? Anda dan saya tidak bisa menghentikan perubahan. Bahkan kalau prof renal kasali dalam bukunya malah makin menegaskan Ayo berubah…lets change…. Move-on memang belum pasti kita jadi lebih baik, tapi kalau tidak move on, tidak akan pernah kita menjumpai adanya perbaikan… Ayo move on.
Move on itu dibutuhkan oleh siapapun orangnya, anda, saya mereka dan siapapun yang menginginkan keberadaannya di dunia ini tidak sia-sia.
***************************************
Hidup ibarat seperti mengayuh sepeda, untuk membuatnya seimbang kita harus move on, itu kutipan dari kata-kata albert einsten ya. Bila berhenti mengayuh, sepeda akan jatuh. Bila anda tidak berubah, dunia akan tetap berubah dan nasib anda tertinggal bahkan menjadi barang rongsokan…
Ayo berubah, karena hidup itu cirinya juga berubah dan bertumbuh, bila tidak berubah maka kita mati. Memang jasad kita masih hidup tapi kehidupan kita sudah mati menunggu jasad menyusul masuk kedalam perut bumi.
Ketika terbiasa dengan rutinitas, kita mulai terjebak seperti robot, bekerja tak perlu lagi berfikir padahal kita memiliki akal dan bahkan tidak menggunakan nurani. Saat itulah kehidupan mulai mati, meskipun orang masih melihat kita sebagai makhluk hidup.
***************************************
Jamil Azzaini ada menyebutkan tipe orang itu dengan sebutan monkey see monkey do. Orangnya kopi pasti, meniru generasi sebelumnya/seniornya dan sangat takut melakukan terobosan baru. Khawatir melanggar tradisi. Akhirnya, meski kita pekerja keras, loyalitas tak terbatas. Namun ternyata kita tidak mampu bersaing dengan mereka yang sudah mulai berkapasitas.
Ayo…kita harus move-on. Mulai hari ini. Kita harus move-on.
*************************************** 
Buku ini mengajak kita untuk move on. Singkatnya ada dua hal besar yang perlu kita lakukan untuk move on. Yaitu mendeteksi diri apakah kita sudah mengalami perubahan positif yang signifikan atau malah sebaliknya. Kemudian kita juga harus men-set up ulang  diri kita secara perlahan untuk move on secara keseluruhan..
Bagaimana kita mendeteksi diri? Buku ini mengarahkan kita untuk menggunakan empat ON sebagai alat deteksi yang efektif.
*************************************** 
Mendeteksi diri itu bisa dengan empat ON, vision, action, passion and colaboration
*************************************** 
Pertama Visi-ON
Apa itu visi-on? Kira-kira seperti bintang, dilangit itu ada banyak bintang. Diantaranya pasti ada yang paling terang. Dalam hidup ini kita punya banyak keinginan, dan pasti ada keinginan yang paling besar. Nah, itulah gambaran singkat vision. Kita harus menemukan vision hidup itu agar bahan bakar dan energy perubahan/pergerakan kita ada. Tanpa visi, anda tidak tahu harus berbuat apa toh? Anda bepergian namun tak punya tujuan. Akhirnya hanya berputar-putar tanpa arah. Bila adapun resolusi tahunan, itu hanya sebatas membuat dan mendeklarasikan tanpa ruh tanpa penjiwaan. Al hasil, semangat hanya di awal dan hasilnya juga tidak dapat memberikan kebanggaan dan itu……terjadi berulang sepanjang tahun.
***************************************
Vision itu the real destination. Coba bayangkan kalau seorang nahkoda tanpa ada tujuan pelabuhan, ia malah bisa celakan, dirompak, menabrak orang, kehabisan bahan bakar bahkan hal yang lebih parah.
Hidup juga seperti itu, pribadi harus ada visi, keluarga harus ada visi, pekerjaan harus ada visi dan daalam setiap aspek kehidupan hanyalah untuk mencapai tujuan abadi yang sesungguhnya. Apa itu?
Ya…tepat…itu dia… jannatun naim, keridahaan allah. Hidup ini ini pada hakikatnya adalah untuk menuju kehidupan yang abadi. Jadi sekarang kita sudah dapat sedikit gambarankan? Pelabuhan terakhir kita adalah surga. Hari ini yuk kita pastikan kalau vision kita, semua hal yang kita miliki sekarang ini tidak menjadi beban kita saat pulang menuju destinasi kita. Tapi tentu menambah bekal…
Bila visi kita hanya keduniaan, perjalanan kita berarti masih setengah, dan tentu kita semua tidak mau berhenti hanya sampai separuh, kita hendak sampai akhir. Rugi sekali kalau tujuan kita hanya sebatas kurang dari 100 tahun kan? Hidup di pelabuhan/kampong akhirat itu tidak hanya 100, 1000, sejuta tahun tapi selama-lamanya.
Mana sebenarnya puncaknya? Bukan berarti kita tidak boleh memiliki itu semua. Tentu saja boleh. Namun kita pastikan seperti tadi. Itu semua adalah be?kal.
*************************************** 
Ingatkan dengan Al-fatih?
Sahabat itu susah lelah
Al-ahzab-perang khandaq-salman mengusulkan penggalian parit sebagai trap, dengan P 8 Km, L 5 K, T 3 meter, bisa bayangin? Dalam kerja keras itu mereka ndak ngeluh. Eh malah ada yang nanya ya rasul, kota mana ni yang kita taklukan dahulu? Yang Heraclius. Dan visi jangka panjang yang dikirimkan rasul adalah penaklukan konstatinopel dan visi inilah yang turun temurun sampai pada kisah m. alfatih.
Sodara-sodara. Kita harus menyusun vision kita dari sekarang, visi dunia dan visi akhirat.
 ***************************************
Contoh visi akhirat:
Penulis punya visi akhiratnya itu seperti ini:
Ya allah, aku ingin memeluk Muhammad saw, maka pantaskan diriku. Bimbing diriku ke jalan yang engkau ridhai, bukan jalan yang engkau murkai
Visi dunia: itulah cita-cita anda hari ini.
*************************************** 
So what gitu loh?
Coba, anda mimpinya apa? Goal besar anda apa?
Mungkin hamper keseluruhan dari kita punya mimpi Menyusun visi hendaknya jangan egois, misal aku ingin masuk surge dan punya mobil mewah, rumah mewah, istri megah, anak soleha, pendapatan sekian dan sebagainya?
Bagus? Tentu bagus, lantas jikalau nanti anda sudah mendapatkan ini semua? So what gitu lo?
 ***************************************
Bukankah kita diajarkan untuk memegang dan mengingat teguh 10 nilai atau muwashofat kader? Apa itu yang terakhir?.....
Ya, bermanfaat bagi orang lain kan? Khairun nass………
Visi juga harus menghidupkan  orang lain, mewujudkan visi orang lain, visi orang tua salah satunya.
Kalau gak punya visi, coba kamu Tanya tu sama orang tua apa mimpi mereka, dan wujudkan itu menjadi visi anda.
Ayuk, kalau sudah ada visinya, hidupkan, deklarasikan, sampaikan dan bayangkan agar semakin bersemangat menggapainya.  Dan ingat….
*************************************** 
Hati2 dengan kata-katamu (pizaa)
Oh iya, teman2 . kita pastikan juga ya supaya visi kita itu dapat menjadi hal yang dapat kita banggakan dihadapan allah. Sadarilah, jika wujud visi itu untuk Allah, itu akan menjadi ibadah dan allah akan  membantu.
Untuk itu, coba pastikan kalau visinya bisa menjawab 3 pertanyaan dasar ini:
*************************************** 
1.    Apa manfaat untuk saya
2.    Siapa lagi penerimanya
3.    Bisa nggak visi itu membawa ke surga?
Deklarasikan agar orang-orang tahu, dalam doa, membuat resolusi,
*************************************** 
On selanjutnya adalah Acti-ON.
Tentu mimpi tak cukup tanpa aksi, sehingga kita juga harus punya acti-on. Tapi teman-teman juga harus tahu dan ingat kalau kita punya waktu yang terbatas, maka harus ada skala prioritas tentang mana hal yang harus kita lakukan dahulu dan mana yang tidak, mana yang boleh dan mana yang tidak. Bahkan harus berani mengatakan tidak untuk action yang menjauhkan dirinya dari vision.
Oke, setiap orang memiliki pengalaman dan pertimbangan yang berbeda saat menentukan yang utama di antara yang setara. Tapi hormatilah pilihan orang lain karena sama-sama berpahala dan sama – sama tidak mendatangkan dosa.
Ketika menyusun action, biasakan membuat skala prioritas sesuai  hukum allah, menyibukkan dengan hal wajib dan sunnah, sekali-kali melakukan hal mubah, meninggalkan yang makruh dan menjauhi yang haram. Dalam seluruh aspek, bukan hanya spritiual.
*************************************** 
Dan, kita usahakan untuk menjauhi maksiat-maksiat kecil.
 ***************************************
Dalam action, kita juga harus menyadari kalau waktu kita hanya sedikit.
*************************************** 
Ada slogan yang sering kita dengar seperti ini,
*************************************** 
Teman-teman, buku ini pesan sama kita kalau kerja itu jadilah expert.
*************************************** 
Action yang enak dan cerdas untuk mencapai visi itu tentu kalau aksi kita itu sesuai dengan passion. Nah nambah istilah on baru. Passion.
 ***************************************
Mengapa harus mengeluh di kantor? Bukankah #BekerjaituIbadah dan ibadah itu tak boleh mengeluh
Orang rugi itu... kerja ngeluh terus....gaji pas-pasan, kerjanya nggak ibadah pula
Agar bekerjaituibadah, maka jangan korup, jangan culas, jangan ngeluh, apalagi mencaci teman rekan kerja
Orang hina itu meludah di sumur yang airnya ia minum sendiri.
Kalau nanti sebel sama perusahannya, ya saran saya ya keluar aja...
Coba kalau bekerjaituibada, gaji dapat, pahala dapat. Apa nggak paten kali itu?
Agar bekerjaituibadah dan mengangkat derajat kita, yuk kita berusaha kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas.
 ***************************************
Hanya orang-orang bodoh yang  bekerja mengejar gaji dan penghasilan tak seberapa, tapi ia mengabaikan pahala yang ada di dalamnya.
Bila anda sudah jatuh cinta dengan pekerjaan anda, apa yang harus kita buat?
Asah dan belajarlah sungguh-sungguh sampai kita menjadi expert.
Passion itu bukan hanya cinta, tapi bangun cinta didalamnya. Yuk, temukan profesi yang benar anda cintai, anda rela melakukannya hingga larut malam, anda hanyut dalam profesi itu.
 ***************************************
Nah, kalau gitu jika kita jatuh cinta  dengan sang Maha Pencipta, bangun cinta dengan selalu membawaNya kemanapun dan dimanapun.
 ***************************************
Ini passion ku nggak? Yuk coba jawab pertanyaan ini:
1.    Apakah sangat menyenangi kegiatan tersebut? Sering larut/enjoy enggak? Rela enggak jika tidak dibayar? Kalau ya, bisa jadi itu
2.    Selalu ada progres kah? Kemampuan kita meningkat enggak? Hasilnya naik nggak? Kalau ya, mungkin itu...
3.    Ada enggak pengakuan/apresiasi? Ada yang mau bayar enggak? Kalau ya, maka tekuni profesi itu. Namun jika tidak, maka keluarlah dari jalan itu.
Ingat, dahulukan to be daripada to have, terus kenali diri dengan baik.
 ***************************************
Yuk, the end of  ON ni.
Dibanding sendirian, kolaborasi bisa membuat tenaga yang dikeluarkan menjadi berkurang, hasil usaha menjadi berlipat dan berkah melimpah, insyaa allah.
Berkolaborasi itu menjadikan allah sebagai prioritas. Bukan maksiat bersama. Kedua dengan siapa anda berpartner? Jangan dengan  pengkhianat. Ketiga harus ada simbiosis mutualisme.
Ingat ya, ini saringan ketiga.

Minggu, 15 September 2019

Please, Hindari Obat Kimia

Bukan karena benci obat, toh aku juga mengkonsumsi obat-obatan. Tapi aku berusaha agar obat-obatan itu adalah organik, herbal atau mengandalkan obat dari daya tahan  tubuhku sendiri. Maaf, bukan karena rasa sok peduli atau sok tahu. Aku memang bukan dokter, juga bukan ahli obat/thabib. Tapi menurutku obat-obatan kimia tidak baik untuk dikonsumsi, apalagi dengan mudah dikonsumsi. Halal mungkin halal, tapi nggak baik.
Kalau soal pahit, jujur pahit, sabar pahit, ikhlas juga kadang kata orang pahit. Tapikan harapannya dengan yang pahit itu penyakit kita (fisik/rohani) dapat dihilangkan.

Please, hindari obatan kimia ya
Bukan berarti tidak boleh dikonsumsi.  Boleh, tapi tolong jangan konsumsi.

Sudahlah, tolong........
Cukup dua orang itu saja yang pergi, cukup........
Jangan ditambah lagi...........
Itu sudah cukup jadi pelajaran....
Jangan ditambah lagi......

Very emotional...........................................

Minggu, 09 Desember 2018

Balasan/Panggilan/Pesan

Ada yang aneh dalam komunikasi kita, dan aku yakin kita sama-sama merasakannya
Seringkali chatmu adalah sesuatu yang ditunggu, mungkin ini juga berlaku padamu
Maaf bila pembahasannya dibatasi,
Memang itu sengaja kubatasi, walau kadang terlepas dan mengarah pada hal-hal yang sebenarnya tidak penting, belum pas meskipun responmu adalah sesuatu yang ditunggu
 




Sorry, karena kamu juga pasti mengerti
Kalau sudah kelewatan, ingatkan jangan larutkan
Jangan biarkan kita tenggelam dalam suasana yang indah, tapi ternyata menjadi potensi petaka
Karena jika aku sadar, sementara engkau semakin membuatnya seolah menjadi-jadi
Maka, maaf
Aku akan semakin menjauh bahkan bertingkah berbeda
Mungkin kita (aku atau engkau) akan merasa kehilangan, tapi kehilangan itu lebih aku sukai daripada hanyut.
Maaf jika engkau menyadari kalau aku ini sedikit berbeda dengan yang lain



Lagian,
Belum ada jaminan dan kepastian
Terserah mau bilang apa, belum masanya
Mau disindir dengan kata “memperjuangkan ataupun mengikhlaskan”
Aku akan tetap membatasi
Awak ni agak beda J

Kamis, 25 Oktober 2018

CELAH

Rasa
Lama sudah, harusnya tidak seperti ini, tidak saat ini.
Entah apa yang terjadi,
Akhir-akhir ini dadaku sering sesak, gagal fokus, kefikiran.
Doa?
Benarkah karena doamu?
Atau bukan?

Rasanya ada celah yang terbuka, tapi tidak tau pasti.
Semoga hanya sementara, ujian semata

Rabu, 17 Oktober 2018

Ali & Fathimah Azzahra


Siapa sih yang nggak tau kisah pertemuan Ali dan Fathimah Azzahra?
Kisah ini bisa jadi obat, penawar
Bahkan kadang mampu meneguhkan untuk kita yang masih bertahan dan menahan diri.
Berkhayal, kisahku nanti gini nggak ya? Eh, atau gimana ya?
dst.dst.dst.....
J
Awal awal membaca kisah ini, cie-cie sering kulontarkan sambil senyum-senyum sendiri.
Pokoknya,
Kita sama-sama sabar ya.

Walaupun sakit.
Nanti kalau udah waktunya, kita bahkan udah lupa rasa sakit.

Selasa, 09 Januari 2018

Kabar: Walimahan? Waduh!! Tahan!!! Tak Payah Risau!!!



Bismillah, semoga tulisan ini selalu memberi semangat dan hiburan bagiku.

Harusnya aku menuliskanmu malam nanti, mulai jam 22.00 WIB,

Tapi apalah dayaku duhai teknologi, hasratku mendesak

Terpaksa kutuliskan siang ini, 13.35 WIB

Hari ini, aku sedikit terganggu

Rasanya tulisanku sebelum ini mengalami sedikit tekanan dari lingkungan luar.

Perjalanan hidup, akhir-akhir ini aku memang sedikit diganggu dengan kabar-kabar tentang pertemuan insan-insani yang mencari keberkahan Allah,

Mereka teman-temanku.

Sampai hari ini, sudah ada lima kabar walimahan yang muncul dilayar HP ku...

Membacanya memang memberikan rasa tersendiri yang susah diungkapkan.

Tiba-tiba aku merasa gundah, penuh tanya.......

Bahkan ingatanku terbawa kepada HambaNya yang lain



***********************

Sepintas, ingatanku bergelumit dengan sosok wanita yang dulu, pernah kuharapkan hadir disampingku

Jarak kami tak terbilang terlalu jauh,

Bahkan, beberapa hari lalu aku sudah berada kurang dari 10 kilometer darinya.

Tapi apalah daya, hanya berselang beberapa menit aku ingin melangkah keluar gerbang

aku kembali berfikir

Aku memang tidak mengerti cinta (kepada insan)

Aku merasa langkah ini tidak tepat, fikirku langkah ini  adalah nafsu

Isi dadaku sontak sesak dan sakit, ada kepulan yang seolah penuh mengelabui fikiranku,

Kalut sekali

Resahku saat itu Hanya Tuhan Yang Tahu

Aku takut, cintaku terbagi tanpa RestuNya

Harapan akan restu Allah memang mengalahkanku

Mudah-mudah itulah yang selalu kuingat sampai tiba masaku



*************************



Soal jodoh, kemampuanku memang belum hadir saat ini

Namun, kita sama-sama yakin kalau hidup ini selalu seimbang

Ada benar dan salah

Tinggi dan rendah

Ibu dan ayah

Surga dan neraka

Ada Aku dan Kamu JJ


Sumbernya dari WA Group, Izin yo



*************************

Aku dan Kamu itu Allah yang atur

Itu salah satu alasan yang dapat membuatku santai, meski punya harapan akan yang lain

Tapi, Boleh jadi kamu itu orang yang pernah kuharapkan

Bisa juga kamu itu orang yang belum pernah sama sekali kuharapkan

Aku dan Kamu hanya bisa berusaha dan berdoa

Kalau sudah jumpa, mau lebih tua atau lebih muda

Mau sebaya atau sebayang

Atas nama Allah, aku akan siap.....



**************************

Buat saudara-saudariku yang sudah Allah pertemukan

Semoga kalian bertemu dan bersama dengan selalu menyertakan Allah di dalamnya

Untukmu saudaraku yang masih menunggu dan mengaku tidak menunggu (padahal menunggu)

Ingat, jodoh tak harus ditembak, dipacari

Itu hanya nambah-nambah beban kita nanti

Jodoh itu Allah yang atur

Andai orang yang kau harapkan tak merespon

Diluar sana masih banyak yang lain, bahkan bisa jadi ia lebih baik untukmu.



Alhamdulillah

Sudah mulai tenang.........

Jumat, 27 Oktober 2017

Hidup Bukan Untuk Sekedar Menikah??


Setiap orang memang memiliki gaya berfikirnya masing-masing, dan kita selaku orang yang dididik memakluminya.
Hidup tidak pernah kembali ke masa lalu, meskipun kita dibohongi dengan dunia perfilman yang menunjukkan ada beberapa pintu ajaib atau gerbong yang mampu membawa kita ke masa lalu, bahkan ke masa depan.

Masa depan.
Sudah lumrah memang bila kita (termasuk saya) yang sudah menginjak umur 24 tahun saat menulis ini, harus berhadapan dengan pertanyaan "Kapan Nikah"?
Mungkin pertanyaan ini tidaklah kontroversi, karena dianggap sebuah pertanyaan yang lumrah untuk dilontarkan bagi mereka yang sudah beranjak tua.

Namun saat ini, bagi saya pertanyaan itu bukanlah hal yang harus difikirkan dengan keras.
Toh hidup saya bukan untuk mencari pasangan semata.

***********************************************
Saya bukan melarang siapapun untuk melontarkan pertanyaan yang sama, namun saya hanya mengungkapkan kerisihan terhadap mereka yang berani dan selalu berani untuk melontarkan pertanyaan sejenis, hampir pada setiap pertemuan.

Ingat, ada banyak hal yang bisa dipertanyakan kepada mereka yang engkau jumpai dijalan.
Tanya bagaimana kabarnya, tanya kesehatannya, apa kegiatannya, sudah kemana saja, bagaimana kabar keluarganya dan bagaimana mimpi-mimpinya.

***********************************************

Hidup bukan untuk sekedar menikah
Saya mengerti maksud saudara ketika mengatakan atau mencuatkan dalil bahwa nikah itu merupakan suatu langkah penyempurnaan agama.
Saya dan mungkin orang lain mampu menerima itu, tapi bukan gara-gara serangan dalil itu maka seolah aku harus menikah secara cepat dalam satu atau dua hari, satu atau dua minggu lagi atau mungkin sudah membawa pasangan halal saat menjumpaimu dikesempatan lain. atau harus galau habis-habisan, update sosial media yang menyentuh perihal nikah atau apalah yang mengarah kesana.

***********************************************

Hidupku bukan untuk sekedar menikah
Ya...ya...ya
Engkau memang akan berpotensi menanyakan "nunggu mapan"?
selanjutnya akan diucapkan mapannya barengan dong..........
josh kale.....

Terima kasih sudah mengingatkan, tapi ingat, hidupku bukan seperti hidupmu yang sibuk mengurusi waktu nikah.
Bukan berarti saya tidak memiliki niat mau menikah,
Engkau sendiri kan tau kita sama sama manusia.

***********************************************
Kawan, nikah itu memang sebuah kebaikan
Tapi jika kita sudah mau dan mampu
saya tidak bilang mampu secara finansial, mampu secara ini itu dan segalanya,
saya hanya bilang, menikahlah kalau kamu sudah mau menikah dan mampu untuk melakukannya
Tidak usah diumbar-umbar betul masalah nikah itu, apalagi engkau juga memiliki nasib yang sama denganku.
Kalau engkau sudah nikah, cukuplah engkau menanyakannya dengan secukupnya.

***********************************************
Semoga engkau mengerti bahwa hidupku dan hidupmu bukan hanyak sekedar untuk menikah