Kamis, 26 Maret 2015

1-A

AGB 1-A
No
NAMA
NILAI
1
Bima Dwi Fortuna
59
2
Endah Pratiwi Munthe
75
3
Tiara Ulfa Purba
63
4
Ar-Raihan Suti Nasution
64
5
Dewanti Budi Utami
61
6
Tio Bella A. Sitorus
75
7
Syaripah Wulandari Siregar
70
8
Muhammad Ikhlasul Amal
71
9
Ruth Roma Uli N
68
10
Diana Kusumawaty
91
11
Nova Andriani
90
12
Qhori Yasnita
60
13
Dwi Nurhandayani
75
14
Novita Yanti Sikumbang
63
15
Anggun Septiana Nasution
95
16
Lilis Suryani
95
17
Nita Anggita
45 (Pemeiharaan bukan kronologi secara umum)
18
Aditya Mulia S
53
19
Rian Pratama
75
20
Muhammad Irfan
76
21
Putri Dian Sari Damanik
85
22
Fisrika Lahagu
75
23
Tri Khairunnisah
80
24
Nurhandayani Fatimah Silaen
70
25
Tika Agustina Mora
75
26
Ade Fitri Yasha
80
27
Widya Arimby Siregar
85

Semangat Ya.

Sabtu, 14 Maret 2015

Belajar Sabar Yuk Di BKM

Assalaamu'alaykum
Kemaren, Sabtu 14 Maret 2014 rencananya kami sudah memulai agenda rapat kerja disebuah komunitas luar biasa yang dipenuhi kader - kader tanggunh. Sebenarnya agenda ini sudah disepakati akan dimulai kemaren lusa, namun karena halangan dan rintangan yang menghadang silih berganti, maka dengan penuh kesabaran kami menunda agenda tersebut sampai esok hari jam 13.00 dengan harapan dihadiri oleh lebih banyak manusia. 
Haripun berganti, kini waktu yang sudah ditetapkan sudah tiba, aku melangkahkan kaki menuju sebuah ruangan kosong di lantai dua bertemankan kursi - kursi yang terdiam membisu. Akupun terheran dengan kesabaran ruangan tersebut yang tetap sabar meskipun sunyi dan bergeming. Langkah kakiku sudah melewati jalur penghubung antara koridor dengan ruangan sunyi itu sambil memastikan apakah aku yang terlalu cepat datang atau memang sahabatku masih berada dijalan sehingga belum ada yang dapat hadir. Akan tetapi jam sudah menunjukkan 13.30
"Oh, mungkin mereka masih ada kegiatan sehingga masih meninggalkanku sendiri disini".
Aku mencoba menunggu dan akhirnya tiba jua lima orang rekanku sebagai sahabat baru kursi - kursi itu sampai waktu yang tidak tentu. Meskipun sudah diisi oleh beberapa orang, ruangan itu tetap bergeming tanpa hentakan. Yah, mungkin aku dan rekanku sedang menjalani proses kesabaran juga bersama ruang kecil itu. 
Dalam hatiku cuma berkata, 
"Aku melakukan semua ini karena Allah. Allah pasti melihatku menunggu, merasa resah, merasa kecewa, merasa dipandang_Nya dan merasa segalanya. Aku tidak peduli agenda ini jalan atau tidak pada hari itu, yang penting aku sudah berusaha walaupun belum semaksimal yang diharapkan".
Kemudian tangan berkata:
"Yang menunjuki itu adalah Allah, bersabarlah!
berprasangka baiklah, mereka pasti sedang kuliah untuk ibadah dan membahagiakan orang tua mereka, bukan menganggap remeh jalan ini. Mereka pasti juga sudah ada yang sedang di jalan menuju ketempat ini."
Namun aku hanya tersenyum tanpa alasan dan berbisik:
"Hehe, Ya Allah semoga apapun yang terjadi padaku menjadikan aku dan keluargaku selalu memperoleh petunjuk, ridho dan rahmat-MU.