Jumat, 08 November 2019

Tour to Danau Toba

Jum'at, 25 Oktober 2019

Hari ini ada dua hal penting yang harus dilaksanakan, yah meskipun ada banyak sih sebenarnya. Dua yang penting tersebut adalah kegiatan audiensi kepada Prof. Rosmayati (Wakil Rektor I Universitas Sumatera Utara) dan gabung bersama kader surau #3 untuk tour ke danau toba.

*******************************************************

Baiklah, akan dicoba menjelaskannya dari awal pagi. Selepas melaksanakan kegiatan jumat pagi, aku mempersiapkan segala kebutuhan yang dirasa perlu untuk kegiatan audiensi nantinya. Kuperiksa kembali, plakat yang sudah dicetak hari kemarin sudah ready, kemudian dikebut untuk menyelesaikan slide yang direncanakan dapat ditampilkan pas kegiatan berlangsung. Jam pun sudah mendekati jam 09.00. Setelah mencetak slide yang dibuat, akupun bergegas mandi agar lebih segar. sekitar jam 09.40 aku sudah siap-siap beranjak menuju gedung rektorat. Sebelum keluar pagar, aku melihat air hujan yang turun dengan pelan (gerimis), namun tetap bisa membuat basah. Setelah menimbang-nimbang jumlah waktu yang tersisa, akhirnya aku tempuh saja dengan segera. Alhamdulillah, singkat cerita kegiatan audiensipun berjalan dengan baik dan lancar. Meski tidak sampai setengah jam, aku rasa itu sudah cukup membuka jalan untuk langkah selanjutnya. Nah, karena ini topiknya bukan audiensi, sampai disini saja ceritanya.
Foto bersama Prof.


*******************************************************
Sebenarnya aku sudah lupa-lupa ingat soal apa yang kulakukan sebelum keberangkatan ke danau toba (pasca audiensi). Namun yang kutahu, selepas audiensi itu aku harus menuju ke fakultas pertanian untuk kegiatan pekanan bersama adik-adik 2016 dan mengerjakan perbaikan paper sampai selesai sholat ashar. Setelah sholat ashar, akupun makan siang (maklum fokus mengerjakan tugas😅)  dan bersegera menuju ke rumah untuk bersiap-siap berangkat.

*******************************************************

Sejurus aku pun sampai dirumah dan mengganti isi tas dengan beberapa benda yang kuanggap perlu dibawa selama perjalanan. Oh iya, perjalanan ini kami lalui dengan menggunakan sepeda motor, nanti foto yang ditampilkan akan memberikan infonya tentang jumlah orang yang berangkat dan jumlah sepeda motor yang kami bawa.
Setelah sekian lama bersiap-siap, kamipun mulai menghidupkan sepeda motor yang digunakan masing-masing. Oh iya, sepeda motor yang kukendarai bukan milikku, namun punya salah satu peserta yang kebetulan berhalangan hadir, sehingga mau tidak mau aku harus menggantikan posisinya sebagai driver. Sekitar pukul 18.00 kamipun sudah beranjak dari rumah tempat tinggal kami saat itu.
Foto bersama sebelum berangkat

*******************************************************
Karena berangkat sudah sangat sore, maka tidak berapa lama adzan maghrib pun sudah berkumandang, kami sholat maghrib di mesjid yang ada di sekitar SMAN 2 Medan. Setelah selesai sholat, kami langsung bertolak menuju serdang bedagai. Rute yang kami tempuh untuk menuju danau toba adalah medan-pakam-serdang bedagai-tebing tinggi-siantar-simalungun-parapat-danau toba. Sekitar sejam lebih berkendara, kamipun kembali singgah untuk melaksanakan sholat isya di daerah serdang bedagai. Kemudian berjalan kembali menuju kota tebing tinggi. Kami berusaha berjalan beriring-iringan, mengingat perjalanan ini dilakukan malam hari, melewati jalan lintas dan rute yang ditempuh juga belum diketahui pasti oleh semua pengendara. Ada sebuah kejadian ni saat kami berhenti di simpang beo, tebing tinggi. Ternyata, kunci sepeda motor dari salah satu rekan kami hilang/jatuh dijalan, kami menduga itu karena kondisi jalanan yang tidak mulus dan juga kuncinya yang sudah longgar. Ini tentu menjadi peringatan juga bagi kita yang memiliki kunci kendaraan yang longgar agar memberinya pengikat atau menaruhnya dikantong agar tidak kehilangan. Kalau tidak, bisa-bisa hal yang sama akan dialami kembali. Pada akhirnya kami harus membobol kunci jok sepeda motornya dan membongkar kuncinya agar bisa dihidupkan dan dimatikan kembali.


*******************************************************

Next, sekitar pukul 22.00 kami sudah berjalan menuju kota siantar. Kalau tidak salah, kami sampai disana sekitar pukul 23.00. Perut lapar dan suhu yang sudah agak dingin membuat makan malam bersama saat itu terasa indah, meskipun seadanya. Sekitar setengah jam kami menghabiskan waktu untuk makan dan menikmati suasana lapangan merdeka kota siantar, setelah itu kami beranjak kembali untuk mencari mes peristirahatan, mesjid...😅😅

*******************************************************

Awal mulanya aku merencanakan untuk singgah di mesjid yang ada di daerah timbangan, persimpangan siantar serbelawan. Temanku juga menyarankan untuk istirahat di situ, namun kami sudah melewati itu sebelum makan malam, dan akupun diam saja saat mesjid itu sudah kami lewati. Akhirnya kami mencoba untuk menuju ke mesjid raya siantar yang juga berdekatan dengan kantor DPD PKS simalungun. Nah, ini bukan pilihanku juga ya, kedua tempat itu adalah saran dari salah seorang rekanku juga. Namun karena sudah terlalu malam, mesjid raya itupun sudah tutup begitupula dengan kantor DPD simalungun. Akhirnya kami sepakati untuk berjalan terus dan singgah pada tempat yang dianggap cocok untuk singgah. wkwkwkwk.
Dengan catatan, tetap beriringan, karena suhu yang semakin dingin, minyak yang menipis, jalan yang lengah dan mata yang sudah mulai pengen istirahat.

*******************************************************

Sekitar 45 menit kemudian, sampailah kami disebuah mesjid didaerah simalungun, kira-kira satu jam sebelum parapet. Aku lupa nama mesjid itu, tapi aku yakin dan percaya kalau mesjid itu sudah pernah kukunjungi juga saat aku dan tim mahasiswa fkm (sofia, iting, arif dsb) melakukan survei ke kawasan samosir. Kami memutuskan untuk beristirahat di mesjid ini sampai pagi. Tidur diteras mesjid. Aku memilih untuk tidur lebih dekat dengan parkiran sepeda motor sebagai upaya mengantisipasi kejadian yang tidak dinginkan. Sementara yang lain tidur tidak begitu jauh dari tempatku, hanya saja tempat mereka lebih hangat dan terutup.

*******************************************************

Adzan subuh sudah hampir dikumandangkan, pengelola mesjidpun sudah datang menyapu-nyapu lantai yang dihuni laron-laron. Kamipun bangun dan bersiap-siap untuk sholat subuh. Setelah sholat subuh, kami al-ma'stursatan (maklum yang dibawa ini ustadz-ustadz). Setelah al-ma'tsuratan sebagian dari kami saling murajaah hafalan satu sama lain, kecuali aku dan rocky yang asyik bercerita tentang masalah kesukuan, melayu dan lain-lain. Ohiya, ternyata musafir yang singgah di mesjid ini tidak hanya kami saja, ada para penumpang dari bus ALS, travel dan sebagainya, sehingga semakin ramai. Selepas sarapan yang seadanya (roti), kamipun berangkat menuju parapet.

*******************************************************

Diparapat, sebelum masuk kedalam pelabuhan ajibata, kami berisitirahat dahulu di mesjid yang berada dekat dengan pintu masuk. Saya masih tidak tahu nama mesjidnya, namun buat yang ingin mencari tempat ibadah sekaligus istirahat sejenak, bisa disini. SPBU juga terletak sekitar 500 meter dari mesjid ini. Disini kami istirahat, menyegarkan tubuh, makan lagi dan bersiap-siap menuju ke pelabuhan untuk menyebrang.
*******************************************************

Kami sampai di pelabuhan ajibata kira-kira pukul 11.30. Kami sepakat untuk mengikuti sertakan kendaraan kami ikut menyeberang, agar nanti pulangnya bisa jalur darat dari pangururan-tele-doloksanggul-sidikalang-merek-berastagi-medan. Oh iya, untuk menyeberang kita bisa menggunakan kapal feri atau kapal cepat yang ukurannya lebih kecil. Namun karena kami membawa kendaraan, kami lebih memilih feri untuk menyebrang. Biayanya sekitar Rp. 21.000 perorang dengan satu kendaraan. Penyeberangan ditempuh sekitar 45 menit dan berakhir di pelabuhan ambarita. Pemandangan alam menjadi salah satu menu yang dapat  kita nikmati selama berada di atas kapal.
bajunya beda namanya icun dan rocky

*******************************************************

Sampai di pelabuhan ambarita, kamipun keluar menuju kawasan tomok, dari pelabuhan kita belok kiri. Di tomok, kami singgah di pasarnya saja, ada yang belanja, ada yang hanya memperhatikan. Kemudian kami diarahkan untuk melihat rumah adat si gale-gale (tulisannya si gale-gale), tapi aku kurang yakin kalau ini adalah objek yang asli. Tapi ya sudahlah, daripada jauh-jauh lagi, badan sudah capek, panas, mau makan nggak tau dimana. Oh iya di "si gale-gale" yang ada didekat pasar tomok ini, kita juga bisa melihat model kuburan batu, musem dan rumah adat suku setempat. Aku tidak banyak bercerita tentang kegiatan disini. 

*******************************************************

Setelah penat dengan melihat-lihat kawasan si gale-gale, kamipun pulang. Kami pulang melalui jalur darat, konvoi menuju daerah pangururan. Sebenarnya kami merencanakan untuk sholat di pangururan, karena kami mengira disana ada mesjid, namun setelah berjalan begitu jauh, tak satupun mesjid yang kami temui, bahkan sampai dipersimpangan kota pangururan. Karena tidak menemui mesjid, kami putuskan untuk terus berjalan. Di simpang kota pangururan, kita belok kanan menuju medan. Jauh perjalanan yang kami tempuh, naik turun, belok kanan kiri, tikungan. Namun semua itu kami nikmati sambil memandangi view danau toba. Bahkan ada sebuah tempat yang sangat menarik bagi kami, kalau tidak salah tempat ini berada di kawasan puncak tele. Foto ini akan menunjukkan sedikit tentang puncak tele ya.
Disini kami baru bisa makan, namun belum bisa sholat karena rest areanya tidak layak digunakan untuk sholat.

*******************************************************

Setelah puas dengan pemandangan puncak tele, kamipun berangkat kembali. Dalam perjalanan itu, kami diguyur hujan. Wah, tanpa mantel, kedinginan, tanpa plastik. Daripada berlama-lama berteduh, kami tetap berjalan meski basah-basahan. Bagaimana tidak, berjalan atau tidak kami sudah basah, sementara mesjid belum kunjung kami jumpai. Kami baru menjumpai mesjid itu sudah dekat dengan kabupaten dairi. Melihat dari jauh kubah mesjid itu rasanya gimana ya, itu anugerah yang sangat besar. Kamipun singgah dimesjid itu untuk sholat, sampai menjelang isya. Sehabis isya, kami kembali beranjak menuju dairi.

*******************************************************

Oh iya, mungkin beberapa dari kalian sudah pasti tahu dengan kawan hutan lindung yang ada disekitaran Kabupaten Dairi kan? Nah, kali ini menjadi kali ketiga aku melewati itu. Pertama kali ku lewati rute itu kalau tidak salah pada awal tahun 2017. Saat pelaksanaan training kaderisasi tingkat 3 lembaga kampus. Saat itu agenda training itu adalah agenda yang harus kutanggungjawabi. Sehingga mau tidak mau 😅😅 aku harus ikut serta dari awal sampai akhir. Rute itu berada ditengah hutan, jalannya ada yang luruuuuuus, trus nanjak, trus masuk tikungan-tikungan. Nah, dalam perjalanan kali ini kejadian yang begitu oow adalah bocornya ban salah satu teman kami. Kondisi saat itu masih hujan, hujannya lebat, dinginnya ke tulang, jarak pandang pendek, mau singgah toh basah juga (orang gak ada tempat berteduh). 
Karena salah satu sepeda motor mengalami bocor ban dan aku adalah yang dituakan disitu serta posisinya paling belakang. Maka keputusanpun kuutarakan. Silahkan sepeda motornya dibawa sendiri supaya lebih ringan, boncenganmu biar abang sama abang, kami tarik tiga
Yah, mungkin sekilas gampang saja. Namun kami mengalami kendala. Setelah si X turun untuk bergabung dengan kendraanku, kendaraan yang lain sudah pergi duluan mengiringi yang bannya bocor, alias kami ditinggal bertiga.
Oke, silahkan naik ujarku sambil bibir dan badan gemetaran karena kedinginan (lebih baik terus bergerak daripada diam kedinginan).
Lama kutunggui, formasi duduknya belum ketemu-ketemu. Berkali-kali mereka naik turun supaya bisa naik ke atas sepeda motor. Yah, mau gimana lagi, kami ada tiga orang. Tentunya tasnya juga ada tiga dan itu terisi penuh.
Terakhir, aku suruh mereka turun. Aku putar tas ku kebagian depan dan kuminta salah satu dari mereka meletakkan tasnya disamping. Akhirnya formasinya dapat meskipun aku harus menahan stang sepeda motor itu dengan kuat karena tekanan badan mereka. Berkali-kali aku mengangkat tubuh seperdelapan berdiri, kemudian meregangkan tanganku (badanku terhimpit dibagian depan dan belakang).
Lama keadaan itu kami jalani, tikungan demi tikungan, tanjakan. Namun belum ada perkampungan bahkan perumahan pun belum ada kami jumpai. Sementara hujan tetap deras, udara tetap dingin, jarak pandang pendek dan wah sebagainya.
Aku sampai berhenti dua kali untuk meregangkan bagian tubuhku yang terhimpit dan tanganku yang  pegal. Kemudian kami menaiki kendaraan lagi dan berjalan, sampai akhirnya kampi sampai di daerah panatapan merek (kalau tidak salah ya). Disinilah kami istirahat dan menemukan bengkel.

*******************************************************

Sambil menunggu, kamipun memutuskan untuk menghangatkan badan dan menikmati makanan di salah satu warung makan minang, tepat didepan bengkel itu. Makan udang, popmi, jengkol, teh manis. mm, aku masih ingat saat itu, saking dinginnya, teh manis yang begitu panaspun tidak terasa panas saat disentuh dengan tangan (lain dengan lidah ya). Kami menikmati makan malam saat itu dengan pakaian yang masih basah, sepatuh basah, wkwkwkwkw. semua basah.
Kira-kira, sekitar pukul 22.30, kamipun sudah bertolak menuju berastagi. Sebenarnya aku mengusulkan untuk nanti kita istirahat saja saat mendapati mesjid atau rest area, ada informasi dari si mbak kalau di Medan juga hujan lebat, berarti memang sedang hujan dimana-mana. Namun mereka enggan karena akan tidak nyaman kalau kita istirahat dengan baju yang basah/lembab.
Akupun diam dan ya sudah, yang penting kita sama-sama, iringan terus dan jangan meninggalkan, karena sudah malam dan kita pasti kelelahan. Lihatkan tadi? si Y dan si Z sudah goyang-goyang diboncengan, ngantuk.... untung saja tidak jatuh.

*******************************************************

Kami berjalan kembali sampai mendapati SPBU merek, ya kira-kira setengah jam sebelum mendapati Kabanjahe. Ada banyak musafir yang juga beristirahat disini. Mungkin karena besok adalah hari libur, sehingga semakin ramai. Ada yang berkeluarga, ada yang bersama komunitasnya hendak naik gunung dan sebagainya. Pokoknya ramai dah. Kamipun bersitirahat disini. Lama kami berteduh disini. Tiba-tiba ada usulan untuk beristirahat di dalam musholla spbu itu. Eh mereka malah setuju. Dalam benakku "tadi katanya lanjut 😅". Tapi ya sudah, aku biarkan mereka beristirahat, sementara aku memilih untuk berada diluar, duduk diatas kursi dengan tetap menggunakan pakaian lembab, menggunakan jas hujan seadanya supaya tidak terkena air hujan secara langsung, kemudian menutupkan kaca helm agar terasa sedikit hangat. Akupun mencoba menutup mata sambil menikmati suasana dingin malam itu. dan............................

*******************************************************

Tiba-tiba aku membuka mata, kubuka kaca helm dan kuperhatikan sekeliling, masih ramai, hanya saja hujan sudah tidak turun. Kuperiksa barang-barangku dengan spontan, alhamdulillah semua masih aman dan kemudian kucek gadgetku. Wahhhh, sudah jam 3. hahaha
Berarti aku tertidur dalam kondisi pakaian basah dibawah hujan , menggunakan jas hujan selama kurang lebih dua jam.
Akupun mengeluarkan kakiku dari sepatuku yang basah, melepaskan jas hujan dan...... oooohhh.
Badanku bergetar, tanganku kurus seperti tidak makan berhari-hari. Mulutku juga berguncang. Dingiiin. Kucoba menahan getaran itu namun tidak bisa.
Aku sudah berfikir aneh-aneh, ya allah jangan...jangan. jangan sampai hipotermia........
Aku ingin minum tapi airnya sangat dingin, ingin beranjak meminta bandrek didepanku namun tidak kuat. Akhirnya aku putuskan untuk melemaskan badanku dan berdzikir-dzikir. rasanya hanya itu yang bisa kulakukan.

*******************************************************

Sekitar lima belas menitan, tubuhku sudah mulai beradaptasi. Akupun cepat-cepat melihat keadaan teman-temanku. Seklilas aku menuju musholla, dan alhamdulillah kudapati mereka tertidur pulas didalam sana. Ternyata tidak hanya mereka, ada banyak orang yang juga tertidur pulas didalamnya, sehingga kondisinya semakin hangat.
Akupun pergi ke kamar mandi dan mencoba mengganti pakaian. Yah sebenarnya aku sudah mewanti-wanti dari awal kami basah-basahan. Aku memilih menggunakan pakaian yang sama sampai keadaan memang sudah bisa untuk mengganti pakaian. Kalau tidak, nasibku akan sama dengan mereka. Semua pakaian akan basah sampai ke medan.
Setelah yakin dengan tidak adanya hujan lagi sampai ke medan. Pakaian terakhirku kukeluarkan dan kukenakan. Kemudian barulah aku menggantungkan pakaian basahku dan beristirahat di dalam musholla yang ternyata lumayan nyaman untuk istirahat, hangat...

*******************************************************

Akupun tertidur sampai memasuki waktu subuh. Setelah memasuki waktu subuh, kamipun bangun. Salah satu dari kami adzan dan kemudian aku maju memimpin sholat subuh pagi itu. Selepas sholat, kamipun sudah bergegas untuk berangkat ke medan. Namun apalah daya, kami harus menunggu dulu lebih lama. Gembok sepeda motor yang tadi malam bannya bocor tidak bisa dibuka, kuncinya hilang. Setelah lelah mencari kesana-kemari. Akhirnya gembok itu diputuskan untuk dipatahkan saja. Kurang terima sih, karena itu gembokku, tapi mau gimana lagi..😆😆

*******************************************************

Efek kedinginan
Okelah, setelah itu perjalanan kami lancar, alhamdulillah.
Tidak ada kendala saat kami melewati kota kabanjahe, hanya kabut karena masih pagi dan baru hujan. Sesi kali ini kami hanya singgah diarea panatapan sibolangit sambil ngeteh. Istirahat disini sekitar setengah jam. Syukurnya ketika sampai disini, pakaian dan sepatu kami rasanya sudah kering. wkwkwkwkwk.
Setelah bercerita, mengecas hape, update berita dan sebagainya, kemudian kembali ke medan dengan selamat. 
************************************************
Alhamdulillah, begitulah ringkasnya perjalan ke danau toba bersama kader surau USU. Berangkat tanggal 25 dan kembali tanggal 27 Oktober 2019.
Ada banyak hal yang belum kucantumkan, tapi aku rasa cukup ini saja sebagai bahan bacaanku kelak.

************************************************
Sekian..........................

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih.