Minggu, 07 Juli 2019

Bagus

ORANG BAIK ITU BERNAMA "PAK BAGUS".
Copas dari grup Desa Bahagia Pelita Desa

Ada seorang Guru Kehidupan, Pak Bagus namanya.

Beliau adalah seorang guru yang sangat ceria, menyenangkan dan kocak.

Siapapun yang berada di dekatnya akan merasa nyaman dan gembira.

Keunikannya adalah bahwa ia selalu berkata, "Bagus itu..!" untuk segala hal.
Di matanya segala hal yang terjadi di dunia ini adalah "Karunia".

Hujan..?
"Bagus itu, banyak berkah, saatnya berdoa".

Sakit..?
"Bagus itu, saatnya untuk beristirahat."

Tidak naik kelas..?
"Bagus itu, jadi kamu bisa belajar lebih dalam."

Dipecat..?
"Bagus itu, saatnya belajar sungguh-sungguh untuk menjadi pengusaha.."

Disisi lain, ia seorang perfeksionis luar biasa.
Ia bisa melihat kesalahan sampai titik koma sekalipun. Bedanya dengan guru lain, ia tak pernah marah hanya gara-gara kurang titik koma.

Ia akan memberikan masukan dengan sangat teliti.
"Tulisan kamu bagus itu. Kamu cukup kritis dan analitis. Supaya lebih sempurna, coba pelajari bagaimana cara memilih dan menyusun kata-kata agar lebih meyakinkan".

"Bagus itu" tak pernah ketinggalan.

Baginya semua murid punya kelebihannya masing-masing.
Tak ada yang bodoh, tak ada yang kurang ajar.
Semua "bagus" dan bisa dibantu untuk menjadi "lebih bagus lagi".

Disinilah perannya sebagai seorang guru, untuk memberdayakan muridnya agar bisa mengeluarkan potensi terbesarnya.

Sebagai guru ia memilih untuk menjadi fasilitator, bukan instruktur.
Ia memilih untuk bertanya, bukan memerintah.
Ia memberdayakan, bukan mengoreksi.

Hal yang sama juga dilakukannya atas semua temannya.
Tidak ada korban gossip dimatanya, karena semua orang "bagus" dan "hebat."
Ia bisa melihat kebaikan dari semua hal sampai hal terkecil sekalipun.

Pak Bagus tak bisa dibilang ganteng, tapi melihat wajahnya semua orang merasa teduh. Wajah yang selalu tersenyum.

Ia tak bisa dibilang kaya raya, tapi ia selalu sejahtera, selalu bisa berbagi dan menempatkan tangan di atas.

Rejekinya ada saja. Seakan keberuntungan selalu ada dipihaknya.
"Hoki", kata orang.

Ia jarang sakit dan keluarganya pun jarang sakit. Jadi sebagai keluarga, hemat sekali mereka.

Itulah dia Pak Bagus, sebuah karunia bagi semua yang ada di sekitarnya.

Karena ketika berada di dekatnya, kita tak bisa mengeluh, tak bisa bergossip, tak bisa marah, toh itu semua akan dijawab dengan, "Bagus itu..!"

Nah, teman-teman. Kalau ada yang mau mengeluh, bayangkan ada Pak Bagus di samping anda dan langsung saja bilang dalam hati, "Bagus itu..!"

Nanti otak kita akan langsung mencerna dan mencari "bagusnya di mana ya..?".
Otak kita pintar kok. Ia akan bekerja menyesuaikan diri dengan kata-kata kita..!

Kalau ada orang mau nggossip di dekat kita, langsung jawab,
"Bagus itu. Kita bisa ambil hikmahnya. Sekarang kamu punya jalan untuk dapat pahala kan..?"

Kalau ada yang kesal gara-gara kehilangan barang,
"Bagus itu. Siapa tahu kamu kurang sedekah.
Bagus cuma kehilangan barang itu. Kalau Tuhan ambil yang lebih besar bagaimana..?"

Semua bagus...!

Karena semua kejadian terjadi atas izin-NYA dan dihadirkan oleh-NYA untuk kebaikan kita semua.

Kita saja yang seringkali sulit mencari hikmah di balik semua kejadian.

Semua orang pun sesungguhnya baik adanya, karena diciptakan oleh "Sang Maha Bagus"

Semua bagus. Semua indah..!

Maaf tulisannya agak panjang ya...!? Sudah selesai bacanya.....??

"Bagus itu..!"
👍👍👍💚💚💚😍😍😍🤝🤝🤝

Selasa, 18 Juni 2019

Berbuat Baik Semaksimal Mungkin

Tidak ada orang yang tahu kapan ajal kita akan datang.
Tapi mungkin ada orang yang tahu bahwa kita punya rutinitas.
Meski dia tidak tahu kalau selain rutinitas yang ia lihat, kita semua memiliki aktivitas lain yang statusnya kita anggap penting.

Berbuat baiklah selagi itu benar dan diberi kesempatan, kepada siapapun.
Tidak perlu diperdulikan betul apa anggapan orang.
Luruskan kalau memang urgent untuk diluruskan, lainnya mungkin bisa ditanggapi dengan diam dan senyuman.
Karena bagaimanapun dia tidak akan tahu apa maksud, tujuan dan hal yang kita lakukan secara keseluruhan.
Orang lain tidak tahu bagaimana kisah hidupmu, apa saja yang sudah, sedang dan akan engkau jalani. Yang mereka tau umumnya adalah memberikan penilaian atau sindiran.

Berbuat baiklah selagi bisa, tak perlu engkau jelaskan kalau engkau mau kesana untuk memberi ini, engkau ingin kesana untuk membantu ini dan itu dan sebagainya.

#Kita Tidak Sebijak Kata-Kata

Hari ini aku bahagia, padahal cuma nengok Tupperware dan seekor ikan (kuharap ada dua sih) 😉😅😅

Sabtu, 15 Juni 2019

Cerita Idul Fitri 1440 H

Mohon maaf lahir dan bathin,
Fa'fu washfahu...

***************************************************************
Semoga hari raya kali ini semakin menjadikan kita pribadi yang barokah, tentunya kalau dibilang barokah, maka kita langsung ingat bahwa barokah itu lebih dekat kepada Allah. Umur yang barokah salah satunya terlihat dari semakin banyak ulang tahunnya maka semakin dekat ia dengan rabbnya. Ilmunya barokah karena dengan ilmu/gelarnya mendekatkan ia kepada rabbnya.

***************************************************************

Baiklah.
Sedikit saya akan simpan dan tuliskan tentang saya dan tusla (tujuh hari sebelum dan sesudah lebaran). Walaupun gak pas tujuh hari.

***************************************************************

Di hari raya kali ini, saya pulang ke kampung agak berbeda. Nggak naik bus atau travel. Tapi bersama dengan saudara dari Payakumbuh. Kami bergantian membawa mobil. Dia dari medan sampai sidempuan dan selebihnya saya sampai ke pasaman pada shift malam. Tiket bus yang sudah saya pesan sengaja dibatalkan karena berniat membantu kawan yang satu ini, agar tidak terlalu capek membawa mobil.

***************************************************************

Dua hari di rumah untuk ikut berbuka bersama di rumah sudah sangat membahagiakan bagi saya. Ya hari raya ini saya memang niatkan buka puasanya di rumah saja. Bukan dengan teman SD, SMP, SMA atau sekampung. Terlebih saya saat itu menjadi anak laki-laki paling tua di rumah, sementara abang ganteng saya berangkat ke medan sehari setelah saya sampai di rumah. Dia mendapat tugas untuk jalan-jalan dan membawa family yang di medan pulang ke ujunggading pasca sholat di medan. Hobinya memang jalan-jalan 😅

***************************************************************

Hari raya, selepas sholat kami langsung pulang ke rumah sambil menunggu ayah pulang (sedang menjadi khatib ied fitri di daerah Tamunarang). Siangnya sehabis sholat dan makan. Kami berangkat menuju Padang Pariaman tepatnya Bandara Internasional Minangkabau. Hajatnya adalah menjemput adik saya yang kuliah di IPB Bogor, dia baru bisa pulang setelah melaksanakan sholat ied di Mesjid Hurriyah IPB. Ya alhamdulillah dia termasuk salah satu mahasiswa yang tinggal disana.
pulang dari lapangan
***************************************************************

Kami berangkat jam 14.00an dan sampai sekitar jam 20.30. Terhitung lama karena mobil yang kami bawa itu penuh dengan tantangan dan harus hati hati serta pelan-pelan membawanya (sesuai pesan abang ganteng saya tentang tatacara membawanya). Itu momen pertama saya membawa kenderaan (baik sepeda motor/mobil) ke daerah padang. Sebelumnya selalu dibawa abang saya, sayakan adik an. 😂

***************************************************************

Sampai di bandara, adik saya yang dari bogor langsung naik ke mobil. Karena dia sudah sampai duluan dan menuggu lebih dari 15 menit. Next, kami bergerak pulang (tadi sholat maghrib-isya) di daerah Pariaman Kota. Karena sudah mulai lapar, kami makan di warung sate daerah ulakan. Itu warung sate saya rekom deh buat teman-teman kalau jalan-jalan ke sana. Kenapa kami nyari sate? Karena cuma itu yang paling mudah kami jangkau, umak sebenarnya minta makan nasi. Tapi warung nasi yang enak belum ada yang buka (suasana lebaran. Selepas makan, kami langsung berangkat kembali untuk pulang. Alhamdulillah, sekitar jam 02.00 pagi, kami sudah sampai di rumah dengan selamat. Kemudian istirahat.

***************************************************************

Keesokan harinya, giliran daerah Paraman Ampalu (asal kampung ayah) yang kami kunjungi. Kami sebagian naik mobil dan sebagian lagi naik sepeda motor. Hal yang dilakukan sama dengan tahun-tahun sebelumnya, bertemu sanak saudara. Selepas ashar, kamipun beranjak untuk pulang kembali ke rumah di Ujunggading. Kira-kira sampai sekitar jam 18.20.

***************************************************************

Keesokannya, rombongan yang dari Medan sudah sampai di Ujunggading. Setelah beristirahat di rumah. Mereka meminta untuk diajak ke sawah, melihat bagaimana kondisi ladang sekarang, sawah bagaimana, kebun gimana, jalan gimana dan sebagainya. Di sawah, kamipun menikmati pemandangannya sambil mendengarkan cerita kenangan mereka ditemani air kelapa muda yang kami ambil sendiri di sebelah pondok. Selepas dari sawah, kira-kira sudah jam 13.40. Kami pulang ke rumah dan siap-siap membawa mereka ke pasar Ujunggading. Kebetulan, menjelang kami ke pasar, teman-teman SMA ku mengajak untuk berjumpa. Sehingga setelah menghantarkan ke pasar, saya pamit sebentar untuk bertemu teman SMA di rumah guru SMP saya dulu (orang tua dari salah satu).
Wah, keren dan luar biasa. Mereka sudah ada yang jadi PNS dari golongan bidan-bidan cantik, sudah jadi dokter (intensif) di Jambi, ada yang lulus LPDP di London, ada yang lulus jadi Guru PNS dan ada yang masih berjuang menyelesaikan tugas kuliahnya. Alhamdulillah.
Kamipun bercerita panjang, berpindah tempat ke rumah teman yang lain yang sudah menikah. Wajarlah, sudah nggak sebebas dulu lagi.
Foto bersama G4U (Teman SMA)

***************************************************************

Besoknya sudah minggu/ahad. Giliran daerah Tiku yang kami jumpai. Tujuan utama sebenarnya Lubuk Basung, namun karena dekat dengan pantai Tiku, why not?
Kami berangkat dua mobil dan dua sepeda motor. Rameee jadi ndak bisa cuma bawa satu mobil satu motor. Saya membawa famili dari Medan, sementara abang saya membawa keluarga saya dengan mobil barokah (umak bilang gitu, yang penting barokah nai do). Di pantai tiku kami rehat sejenak, saling bersenda gurau, berfoto dan sebagainya. Selepas ashar, kamipun kembali ke Lubuk Basung.
Beriku ini dokumentasi di Pantai Tiku
Barisan Para Single


Formasi terbilang Lengkap


***************************************************************

Sekitar jam 21.00, kamipun pulang ke Ujunggading. Rombongan yang dari Medan memang sengaja tinggal di Lubuk Basung (rumah anak pertama), karena anak pertamanya tugas sebagai aparat kepolisian disana. Karena yang pulang hanya satu mobil, maka memilih untuk mengendarai sepeda motor saja pulang ke rumah, membonceng adik saya yang dari IPB. Wah, saat itu hujan, awak tak bawa jaket, lampu dekat sepeda motornya nggak ada, lampu jauhnya ketinggian, helmnya bikin silau dan sebagainya. Tapi itu tidak masalah, yang penting sampai dengan selamat. Alhamdulillah, kami sudah sampai di rumah sekitar jam 00.00. Kamipun istirahat (walaupun masih sempat membeli nasi goreng dan ayam geprek dulu sebelum tidur 😆).

***************************************************************

Keesokan harinya sudah senin, giliran saya untuk berangkat ke Medan, kali ini balik seperti biasa. naik bus ALS. Hanya saja bangku yang saya peroleh ada dibarisan paling belakang. 44
Saya sampai di Medan pada hari selasa dan kemudian beraktifitas normal kembali sampai saat sekarang ini.

***************************************************************

Ada serangkai kata yang selalu ingin kusampaikan selama aku dalam perjalanan pergi dan pulang itu. Kadang aku ingin mencatatnya dalam status media sosial, tapi aku khawatir. Jadi kutuliskan disini meski tidak berkorelasi dengan cerita di atas.
"Aku ada untuk membantumu, bukan untuk memperjuangkanmu"
Kalau engkau bertanya apakah ada orang saya suka. Jawabannya tentu ada
Tapi tentang siapa dia?
Jawabannya "Dia belum pernah bertanya kepadaku tentang kepada siapa aku merasa suka"
Keren kan?
😅😅😆😅

***************************************************************

Kita tak sebijak kata-kata
Rainal Sunny

Selasa, 26 Maret 2019

Strategi Belajar Agar Lulus SBMPTN


Kasian juga awak dengar kabar adik-adik awak yang nggak lulus SNMPTN/Jaluar undangan/PMDK. Ada yang bilang malulah, pasrahlah, ginilah, gitulah dan sebagainya.
Tapi mau gimanapun, harus belajar lebih giat lagi untuk mengikuti tahap SBMPTN.
Saya dulu juga sama dengan kalian kok, tidak lulus seleksi yang SNMPT/undangan, meskipun pernah meraih juara kelas. Kelas Unggul lagi namanya. Wkwkwkwk (bukan sombong ya, inikan ceritanya dulu, bukan sekarang).

********************************************************************

Nah, singkat cerita mungkin karena pilihannya yang terlalu tinggi, saingannya yang terlalu banyak dan hebat, atau kurva nilai rapornya yang nggak jelas atau apalah itu. Dalam pengumuman jalur SNMPT/Undangan akupun tidak lulus. Sehingga mau tidak mau harus ikut jalur tes. Awalnya sih, pilihan universitasnya pengen yang di Sumatera Barat aja, bidang keagamaan gitu. Antara UIN, STAIN atau UMSB. Entah kenapa (saya udah lupa), akhirnya saya membuat pilihan itu farmasi dan agribisnis USU.

********************************************************************
Para Pejuang SBMPTN 2019
Semangat Belajar Yaa


Menuju SBMPTN tentu kebanyakan dari lulusan SMA ikut bimbingan belajar untuk mendalami dan berlatih menyelesaikan soal-soal, atau bagi mereka yang tidak punya biaya mengikuti bimbel (plus biaya kos-kosan) harus belajar sendiri di rumah, bertanya pada guru siang dan malam, atau apapun yang penting bisa lulus SBMPTN. Nah, Alhamdulillah, saya dan teman-teman saya waktu itu memperoleh bantuan (hadiah) berupa bimbel gratis selama sebulan di GO di Kota Padang. Sehingga kami semua berangkat dan bermukim sementara di Kota Padang (awal mula hidup ngekos pasca asrama). Nah, saya akan sedikit berbagi tentang cara saya dalam mempersiapkan dan menghadapi ujian SBMPTN. Mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk kalian.

********************************************************************


Cara ini digunakan untuk mata pelajaran yang susah teman-teman fahami, seperti Matematika IPA.
1. Pilih 3 sampai 4 tema dari mata pelajaran yang ingin teman-teman dalami.
2. Jadwalkan setiap hari untuk membahas 4 soal secara tuntas dalam setiap masing-masing tema. Sehingga teman-teman membahas 4 soal x 4 tema setiap hari= 16 soal.
3. Cara ini tidak berlaku untuk mata pelajaran yang mudah ya, seperti kimia, biologi, bahasa dan TPA. Ya tergantung pada kalian tentang mata pelajaran mana yang dianggap sulit atau tidak.

Tingkat kesulitan menyelesaikan soal SBMPTN itu memang agak sedikit berbeda dengan tingkat kesulitan soal UN ataupun Olimpiade. Lebih tinggi satu atau dua click lah kira-kira. Tapi jangan khawatir, asal belajar dan berlatih terus + do’a, insyaa allah akan dapat lulus pilihan 1, 2, atau 3.
Nah, untuk saya, karena tidak mengerti dengan semua topik pembelajaran secara sempurna. Maka saya hanya memilih 4 topik khusus dalam setiap  mata pelajara yang diujikan. Sehingga ketika belajar dan berlatih menjawab soal/membaca materi, keempat topik yang sudah saya tentukan itu saya berikan alokasi waktu dan jumlah soal yang lebih banyak. Gak ngerti ya?
Misalnya gini, untuk matematika saya hanya sedikit mengerti tentang persamaan linear, matriks, logika dan lingkaran. Ya sudah, ketika belajar dan berlatih, saya hanya mendalami tentang materi-materi dan soal yang berkaitan dengan empat topik itu saja. Begitu juga dengan fisika, matematika IPA, kimia, biologi, dan pelajaran dasar.
Nah, memilih empat topik itu hanya untuk pelajaran yang kita rasa sulit ya. Kalau untuk bahasa indonesia/inggris atau TPA jangan dibuat seperti itu. Bahasa Indonesia kan bisa kita jawab semua, bahasa inggris juga bisalah setengahnya. Kalau biologi (saya memang suka biologi) jadi saya nggak memilih topik khusus. Saya memang menjawab secara keseluruhan.
Memilih topik khusus hanya agar kita dapat menjawab minimal 1 atau 2 soal dengan benar dan tepat, sehingga tidak ada pelajaran yang jawabannya kosong dan salah semua. Karena saat itu, persepsi saya begini: Tidak boleh ada mata pelajaran yang kosong jawabannya. Kemudian sistem penilaiannya adalah +4 untuk benar dan -1 untuk salah, 0 untuk tidak dijawab.

********************************************************************

Ya, kira-kira begitulah cara saya belajar dan berlatih SBMPTN. Intinya, tentukan topik yang memang kalian bisa dalami dengan baik (untuk pelajaran yang dirasa sulit) dan berlatih dengan baik dan tekun. Terus, sering-sering ikuti Try Out sehingga kita bisa memperkirakan rata-rata nilai kita (gradenya). Jadi pas pendaftaran SBMPTN, kita bisa memilih jurusan dengan grade yang sesuai dengan rata-rata kita. Misal pilihan 1 yang gradenya hampir senilai dengan grade rata-rata kita, sementara plihan kedua adalah 5% dibawahnya dan seterusnya.

********************************************************************

Oh iya, kabarnya sistem ujian SBMPTN sekarang agak berbeda, karena direncanakan dengan menggunakan komputer. Jadi teman-teman, selain harus belajar juga mesti pandai menggunakan komputer ya.

Itu dulu lah.
Sekian dan terima kasih.
Kurang jelas, silahkan ditanya ya

Jumat, 01 Maret 2019

Tidak Tahu

Kita sering mulai merasa aneh saat sudah tahu tentang sesuatu. Merasa bersalah karena kita tahu mana yang benar. Merasa aneh karena kita tahun mana hal yang sebenarnya dilakukan atau lazim dilakukan.
Tapi menurutku, menjadi orang yang tidak tahu dan tidak ingin tahu itu lebih nyaman dibandingkan dengan menjadi orang yang banyak menanyakan.
Meskipun rasa penasaranku itu sebenarnya sangat tinggi, sampai seringkali orang salah mempersepsikan kenapa aku harus bertanya.

Lama asyik sendiri

********************************************************************

Rasa ingin tahu itu sebenarnya bagus. Tapi karena khawatir disalah artikan, jadi silahkan dibatas-batasi ya. Terkadang, menutupi rasa ingin tahu & menjadi orang yang tidak tahu / tidak mau bertanya memang lebih nyaman dibandingkan sebaliknya. Karena tadi, kalau kita mau tahu karena ada pemancingnya ataaupun udah tahu ada sesuatu malah timbul rasa yang aneh-aneh. Ada rasa peduli, bahagia, nyesal, kesal, rasa ingin tahu selanjutnya dan sebagainya.

********************************************************************

Salah satu caraku untuk menutupi rasa ingin tahu/prasangka itu adalah mengalihkan pendengaran dan penglihatan. Mengalihkan pendengaran itu seringkali kulakukan dengan menggunakan earphone/headset untuk mendengarkan suara-suara yang intinya agar aku tidak mendengarkan informasi atau pembicaraan yang justru menjebakku berprasangka aneh-aneh, berfikiran aneh-aneh ( gak penting sebenarnya). Sekalipun menggunakan headset buat mendengarkan lagu itu kurang disukai. Tapi mau gimana ya? Tutup kuping pake tangan?
Nah, kalau mengalihkan perhatian itu hal yang mudah. Apalagi kalau telinga udah punya makanan sendiri. Baik dia tilawah, syair, nada atau apapun itu.

********************************************************************

Dah, itu aja dulu ya
Kita punya pola pikir masing-masing
Kalau ada yang mau nyontoh ya silahkan.
Ketimbang nanya-nanya nggak jelas dan dianggap gak perlu dijawab, no respon atau bahkan malah dikatain yang lain-lain. 
Malah produksi hormon kortisol ?
Mending diam dan nikmatin hidup aja kan?
😂✌